Policy Brief

Membangun Pertanian Melalui Pendampingan Proses Produksi dan Pasca Produksi di Kabupaten Puncak

Pengarang Tim Peneliti PPKK Fisipol UGM
ISBN
Bahasa Indonesia
Halaman 4
Tahun 2014

Pertanian merupakan pilar utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Puncak mengingat sebagian besar penduduk menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian. Namun benarkah sektor pertanian di Kabupaten Puncak sudah benar-benar mampu dimanfaatkan secara optimal dan membawa peningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Puncak? Fakta justru menunjukkan bahwa kerentanan pangan menghantui sebagian masyarakat Puncak, tingkat ketercukupan gizi anak-anak masih jauh di bawah rata-rata nasional, dan angka kemiskinan masyarakat Kabupaten Puncak masih sangat tinggi. Di sisi lain, adalah kenyataan pula bahwa produk pertanian dari kawasan Kabupaten Puncak memiliki kualitas yang baik karena berasal dari lahan yang sangat subur dan terbebas dari penggunaan bahan-bahan non organik. Lantas mengapa kedua fakta berseberangan tersebut terjadi?

Dengan cepat kita dapat menyimpulkan bahwa keterisolasian kawasan dan buruknya infrastruktur menjadi pangkal persoalan. Keterisolasian yang menyebabkan komoditi pertanian berkualitas dari kawasan Puncak tidak dapat menjangkau pasar. Ketika satu-satunya moda transportasi hanya melalui angkutan udara, maka produk pertanian sebaik apapun akan kehilangan daya saingnya. Oleh karena itu perbaikan infrastruktur menjadi kunci pengembangan pertanian. Akan tetapi benarkah jika infrastruktur sudah membaik dan akses ke pasar semakin terbuka, otomatis produk pertanian dari Kabupaten Puncak akan mampu bersaing dengan produk sejenis dari dari daerah lain? Apakah serta merta masyarakat di Kabupaten Puncak akan kembali giat berkebun dan berladang? Dan akankah sektor pertanian serta merta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

Unduh:
Policy Brief: Membangun Pertanian Kabupaten Puncak.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *