Kabar

Pemutaran dan Diskusi Film “Tanah Mama”

PPKK FISIPOL dan Kelompok Kerja (Pokja) Papua Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pemutaran dan diskusi film “Tanah Mama”, pada Sabtu 28 Februari 2015. Acara yang diadakan di Hall Kampus FISIPOL UGM tersebut menghadirkan 3 orang pembicara, salah satunya adalah Nia Dinata, direktur Kalyana Shira Films yang juga adalah produser film Tanah Mama. Selain Nia Dinata, nara sumber yang hadir yaitu Arie Ruhyanto (peneliti Pokja Papua UGM), Desintha Asriani (dosen FISIPOL UGM) dan Bambang Purwoko selaku Koordinator Pokja Papua UGM.


Dihadiri oleh 100 orang, acara screening film berjalan selama lebih kurang 90 menit. Usai pemutaran, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama para narasumber. Beberapa peserta antusias berpartisipasi dalam diskusi. Peserta, selain bertanya tentang proses pembuatan film, juga ingin memahami konteks riil tema film yang menggambarkan beratnya perjuangan hidup seorang ibu di pedalaman Papua. Selain harus mengasuh anak dan mencari nafkah, mama Hallosina, tokoh utama dalam film Tanah Mama, juga harus menghadapi persoalan rumah tangga karena suaminya berpoligami. Sendirian mencari nafkah, Hallosina terbentur dengan persoalan hukum karena dia dituduh mencuri ubi yang dia ambil dari ladang saudara iparnya.

Nia Dinata mengungkapkan bahwa film dokumenter yang ia produseri tersebut memang belum sepenuhnya menggambarkan kehidupan para perempuan di pedalaman Papua, tetapi setidaknya melalui film tersebut masyarakat mampu melihat dalam perspektif yang lebih terbuka. Sementara itu, Arie Ruhyanto mengungkapkan bahwa kehadiran negara di pedalaman Papua sepertinya hanya sebatas adanya simbol-simbol negara. Negara tidak  hadir saat masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur penunjang ekonomi, tetapi negara hadir dalam bentuk represif, misalnya ketika mama Hallosina dituntut dengan tuduhan mencuri ubi di tanah saudaranya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *